5 Hal Yang Harus Dihindari Saat Melakukan Pencetakan Dengan Printer 3D - PRINTERKomputer.com

5 Hal Yang Harus Dihindari Saat Melakukan Pencetakan Dengan Printer 3D

9 bulan yang lalu    

TOKO PRINTER 3D MURAH - HAL YANG HARUS DI HINDARI SAAT MELAKUKAN PENCETAKAN DENGAN PRINTER 3D

Kami tahu bahwa pemodelan untuk pencetakan 3D bisa sangat membingungkan: dalam pemodelan 3D, seperti dalam pencetakan 3D, tidak ada satu ukuran pun yang sesuai dan sama. Kita semua menggunakan perangkat lunak yang berbeda, mencetak dalam berbagai bahan, dan tidak hanya menggunakan printer yang berbeda namun juga teknologi pencetakan yang berbeda. Jadi sangat normal jika anda merasa kesulitan untuk merancang model 3D sempurna untuk pencetakan 3D. Itulah mengapa kami mengumpulkan daftar kesalahan utama yang harus dihindari saat mengubah model 3D menjadi cetakan 3D.

1. Memilih Bahan Yang Tidak Semestinya

Setiap bahan cetak berbeda. Bahan bisa rapuh atau kuat, fleksibel atau padat, halus atau kasar, berat atau ringan, dan sebagainya. Ini juga berarti bahwa sebuah benda idealnya dirancang untuk bahan tertentu. Misalnya, jika Anda tahu bahwa Anda ingin mencetak model 3D Anda di Keramik, akan ada rekomendasi desain terkait material yang spesifik yang perlu Anda pertimbangkan seperti mendukung bagian yang menjorok, memperkuat elemen yang mencuat, membulatkan tikungan, dll.

Pilihan bahan cetak Anda hanya menentukan beberapa pedoman desain dasar yang perlu Anda ikuti.

2. Mengabaikan Teknologi Pencetakan

Bukan hanya karakteristik kimia dasar dari bahan cetak kami yang berbeda, tapi juga teknologi yang digunakan untuk mencetak masing-masing bahan ini.

Contoh terbaik dari hal ini adalah bagian yang saling terkait: Pada bahan seperti ABS, Poliamida, Alumida, atau Karet-seperti Anda dapat mencetak bagian yang saling terkait, sementara pada yang lain seperti Emas, Perak, Perunggu, atau Resin ini tidak mungkin dilakukan. Alasan dibalik ini bukan materi itu sendiri, tapi teknologi yang digunakan untuk mencetak masing-masing bahan ini.

Untuk ABS kita menggunakan Fused Deposition Modeling (berbasis filamen) dengan nosel ekstra dan bahan untuk dukungan, untuk Poliamida, Alumida, dan Karet seperti kita menggunakan Laser Sintering (bubuk berbasis), untuk logam mulia kita menggunakan casting lilin yang hilang (berdasarkan pada Cetak 3D di lilin dan cetakan), dan untuk Resin kita menggunakan Stereolithography (berbasis polimer cair).

Ini mungkin terdengar membingungkan tapi yang penting yang perlu diingat adalah sebagai berikut: kita tidak dapat mengasumsikan bahwa Stainless Steel dan Silver akan memiliki persyaratan yang serupa hanya karena keduanya adalah logam. Mereka dicetak menggunakan teknologi yang berbeda dan dengan demikian beberapa fitur desain akan berbeda. Namun, material yang menggunakan teknologi yang sama seperti Gold, Silver, Bronze, dan Brass (lost wax casting) lebih cenderung untuk berbagi persyaratan desain serupa.

3. Mengabaikan Ketebalan Dinding

Masalah yang terkait dengan ketebalan dinding sejauh ini merupakan alasan paling umum mengapa beberapa model 3D tidak dapat dicetak. Dalam beberapa kasus, ketebalan dinding terlalu tipis. Dinding yang terlalu tipis membuat bagian kecil pada model tidak bisa dicetak atau sangat rapuh dan bisa putus dengan mudah. Dalam kasus lain, dinding yang terlalu tebal menghasilkan terlalu banyak tekanan internal dan bisa menyebabkan barang pecah atau bahkan pecah.

4. Mengabaikan Resolusi File

Baca panduan desainnya? Tahu materi anda Ketebalan dinding ok? Sempurna, tapi sekarang ada hal lain yang perlu dipertimbangkan: Resolusi file.

Untuk pencetakan 3D, format file yang paling umum adalah STL (yang merupakan singkatan dari bahasa segitiga standar), yang berarti desain Anda akan diterjemahkan ke dalam segitiga dalam ruang 3D. Sebagian besar perangkat lunak pemodelan 3D memiliki pilihan untuk mengekspor desain Anda ke file STL dan menetapkan resolusi yang diinginkan. Berikut adalah representasi visual dari berbagai resolusi file dari sangat tinggi (kiri) sampai cukup rendah (kanan):

File STL beresolusi rendah: Penting untuk diperhatikan bahwa ekspor berkualitas buruk tidak akan pernah memungkinkan kami memberi Anda cetakan yang bagus. Resolusi rendah berarti bahwa segitiga pada file STL Anda besar dan permukaan cetak Anda tidak akan mulus. Ini akan menghasilkan cetakan agak "pixelated".

File STL beresolusi sangat tinggi: File dengan resolusi yang terlalu tinggi akan membuat file Anda terlalu besar dan terkadang tidak mungkin untuk kita tangani. Ini mungkin juga berisi tingkat detail yang luar biasa yang tidak dapat dicetak oleh printer 3D. Itu sebabnya kami meminta Anda untuk tetap di bawah ukuran file 100 MB saat mengupload model Anda ke situs web kami.

5. Mengabaikan Panduan Perangkat Lunak

Banyak paket perangkat lunak pemodelan 3D yang beredar. Beberapa dirancang untuk membuat cetakan 3D, yang lainnya banyak digunakan oleh seniman 3D dan desainnya akan memerlukan pengeditan tambahan sebelum mereka dapat menawarkan model 3D yang dapat dicetak. Misalnya, menerapkan ketebalan dinding secara otomatis pada beberapa program, sementara Anda harus mengaturnya secara manual di beberapa perangkat.

Bahkan jika Anda menggunakan perangkat lunak pemula yang ramah yang dikembangkan untuk tujuan 3D Printing (misalnya Tinkercad), Anda mungkin masih memiliki waktu yang sulit untuk menciptakan model berongga. Dalam kasus ini, perangkat lunak gratis Meshmixer bisa membantu.




Komentar Artikel "5 Hal Yang Harus Dihindari Saat Melakukan Pencetakan Dengan Printer 3D"